Aku bergegas
pergi meninggalkannya. Mendekati kerumunan para pengunjung yang tidak sabar
dengan ‘battle’. Aku mendekati Kanzie yang bersandar di pagar pembatas ke arah panggung
utama. Kami berdiri di lantai dua, aku menemukan JiHye berteriak sedari tadi
tidak jauh dari tempatku berdiri. “Hai Dokter.” Sapa Kenzie, sambil
mengacungkan gelas champagne-nya.
“ah, aku bukan
dokter.” Ucapku malu. Kenzie menatapku dengan takjub, terukir kecerian dari
mata dan bibirnya.
“Aku mendengar
jika kamu adalah dokter Jiwa.” Ucap Kanzie renyah.
“ah, tidak aku
mengambil jalan lain bukan sebagai dokter. Aku hanya pendengar curhat.” Aku menjelaskan
kepada Kenzie. Mulut Kenzie membentuk‘oh’, dan matanya kembali menatap
panggung.”Wah, mereka sudah mulai bersiap-siap perang. Lagunnya lumayan juga.” Ucap
Kanzie.
“Kanzie-ssi,”
“iya?”
“boleh aku Tanya
sesuatu?” Tiba-tiba mata Kanzie yang awalnya focus kearah panggung, menaoleh
dan menatapku dalam-dalam.
“silahkan.”
“apakah anda mengenal Kris EXO?” tanyaku langsung pada inti
pembicaraan. Matanya menatapku bingung alisnya mengeritnya, dan senyumnya
miring ke kanan.
“ah, Chinese
itu ya? Tentu saja aku mengenalnya dengan baik. Apakah kamu salah satu fansnya?”
tanyanya. Aku menggeleng. Kepalanya di miringkan tanda bahwa ia semakin tidak
faham. Sebelum aku menjawab Kenzie sudah menebak dulu. “apakah dia datang
kepadamu untuk curhat?” tanyanya dengan nada terkejut.
“hampir” ucapku
lirih.
“aku mengerti,”
ucapnya sambil mengangguk. “Ji Soo-ssi, dia itu bagaikan satu bintang yang
berpenjar di langit malamnya kota Seoul. Cahayanya yang terang dan menwan
menjadi tak terlihat karena kalah dengan berjuta cahaya murahan yang berpenjar
dari lampu-lampu gedung pada malam hari” Kenzie menyisip Champagne-nya sedikit.
“maksudnya?”
“Dia adalah
sosok penurut yang tidak banyak bertingkah, memang bakatnya sedikit tidak
terlihat. itulah mengapa entertainment menerbitkan ia sebagai rapper. Dan aku
setuju. Menjadi apapun dia tetap dia memiliki cahaya sendiri. Ia memiliki aura
tersendiri. Aku tidak pernah berpikir bahwa dia akan menjadi sosok yang
depresi. Karena, dia tidak pernah mengeluh.” Kenzie menjelaskannya panjang
lebar dengan jelas dan gamblang.
“aku merasa dia
berada pada orbit yang salah. Tidak seharusnya dia menampakkan dirinya di bumi.
Karena itu semakin membuatnya tidak terlihat” Kenzie melanjutkan.
“tetapi dia
dengan sabar mendengarkan setiap arahan dan tekanan dari kami. Kami tiddak
pernah tahu jika pada akhirnya dia akan mengungkapkan semua masalah kepada
dokter jiwa sepertimu.” Ucap Kanzie sambil menutup penjelasannya dengan
menyesap Champagne-nya.
“Aku belum
diceritakan apa-apa darinya. Dia hanya datang tak bercerita apa-apa. aku hanya
melihat ada sesuatu yang salah dari matanya.”ucapku membalas perkataan Kenzie
yang sepertinya sebuah serangan.
“Aku berharap
kamu bisa menyelesaikan masalahnya, aku terkadang merasa kasihan. Dia tidak
pernah menampakkan air mata. Aku merasa dia begitu menjadi sosok yang sempurna
diantara ke 12 anggota. Jika dia keluar mungkin tidak akan seindah dulu. Akan terjadi
konspirasi besar jika ia keluar.” Kenzie menyesap champagne-nya lagi. “tetapi, jika ia keluar dari orbit galaxy EXO,
aku rasa dia akan menjadi bintang yang bersinar dengan indah.”
“apakah itu
berarti kamu stuju jika Kris, keluar dari entertaimentnya?” tanyaku
“Dissagree. Akan
hancur tatanan galaxy.” Kenzie menutup pembicaraannya dengan indah. Aku berpikir
dengan keras, apa yang dikatakan Kenzie. benar. Aku mengerti sedikit tentang
bebannya. Dan aku ingin mendengar langsung dari mulutnya. “Hei, Ji Soo-ssi kamu tidak mau ikut battle
rap dengan mereka?” Tanya Kenzie tiba-tiba.
“tidak, aku
tidak bisa nge rap.” Ucapku dan kubalas dengan senyuman.
“Jadi siapa
yang mau menyumbangkan Sajak Rapnya sebagai penutup battle ini?”Mc berteriak dari bawah,
“Hei ini ,
disini orangnya!” Kenzie menarik tanganku keatas. Aku menatap Kenzie kesamping
dengan tajam.
“aku percaya
ex-Shin Dong Gab bisa nge-rap juga. Haha
anggap saja kau membayar sebuah rahasia yang baru saja aku sebutkan kepadamu.” Mata
licik Kenzie manatapku. Hatiku tertegun membisu. “ohya, EXO ada konser di
jepang, mereka baru saja terbang.” Lanjut Kenzie.
Dengan terpaksa
aku mengiyakan tantangan secara tidak langsung oleh Kenzie Eonnie. Tunggu, ini
adalah kesempatan untuk memberi tahu kepada seseorang. Sebelum aku turun ke
panggung, aku berbisik kepada Jihye untuk segera memesan dua tiket ke Jepang malam
ini dan menelpon Miss Park untuk menetap di Jepang beberapa hari. JiHye,
mengacungkan Jempol dan mendorongku kebawah.
“Wow, Hari ini
yang menyumbangkan Sajak Rap-nya sebagai penutup rupanya perempuan. Boleh tahu
siapa namamu?” Ucap Mc, aku bingung mencari nama “Kazet.” Ucapku tiba-tiba.
“wah namamu
unik sekali. Oke silahkan apakah kamu sudah mempersiap instrument?”
Aku menggeleng.
“boleh aku menggunakkan instrumen jadi?” tanyaku berbisik.
“boleh, mau
seperti apa?” bisik mc
“sad instrument”
ucapku.
“oke” mc
berkoordinasi langsung dengan staf kafe. “ini lagunya, apakah kamu sudah siap?”
Tanya mc sekali lagi berbisik. Aku mengancungkan jempolku. Didalam hati aku
memantapkannya. aku tidak ingin ada penyesalan hingga akhir.
“Baiklaaaaah,
Apakah kamu sudah siaaaap?” Tanya mc keras. Semua penonton yang ada dibawah
menyoraki ku dengan latang. Jantungku berdegup kencang. Aku tidak boleh
terhenti disini harus ada yang aku katakana. “wwwwooowwwaaaaaaaah……. Wooowwwaaaaah…..”
teriak pengunjung sekali lagi,
“siap” kataku
pelan.
“Baaaaaiklaaaaaaah,
Silahkan Kazeet.”Mc berteriak bahagia, Mc menyingkir dari panggung. Aku berdiri
sendiri. Menatap seluru penonton, aku melihat JiHye tiba-tiba terdiam tangannya
didekapkan di dadanya, di rangkul dari belakang oleh kekasihnya. Kenzie menatapkan tajam, kedua orang pria
resek yang tadi mem-bullyku terdiam
dan tidak berani melihatku, aku menarik nafas dalam-dalam.
Dengan mengikuti
irama aku memulai memasukkan kata-kataku pelan-pelan.
“hai ex-honey. How are ya?
Why you so naif-ya?,
Hey ex-Honey ya!
Don’t be quiett ya!
Hari ini aku ingin mengucapkan sorry
Aku tahu aku tak pantas berkata sorry
Tetapi dengarkanlah,
Aku terlalu lelah berdiri diatas ambisimu
Aku bukanlah seorang gadis yang penuh
kesabaran
Mian mian mian,
Mian, yang baru saja mengungkapkan mian ”
Aku terdiam,
menarik nafasku dan menutup mataku.
“maafkan aku yang tidak sabar
Sesungguhnya aku tidak pernah mencintai
Maddie
Aku hanya ingin membuatmu jeaolous
Aku bahagia kamu hari ini menjadi lebih baik
Mian mian. Terimakasih sudah memaafkanku
Aku tetap akan menyimpan segalanya.
Teruslah menjadi pria yang ambisius.
Pesanku untuk mu. Ex-honey.
Aku ingin kau dan aku keluar dari drugs yang
menyakitkan
mian”
aku membuka
mata lalu mengangkat tangan dan membungkuk, semua pengunjung bersorak. Aku melihat
JiHye menangis, sedangkan aku menahan tangisan. Semua memberi tepuk tangan. Aku
melihat Kenzie tersenyum puas. Aku sudah tidak lagi melihat sosok dua orang
pem-bully itu lagi. Aku segera turun
dari panggung dan tidak mendengar apa yang mc katakan. Saatnya aku pulang. Aku menarik
Ji Hye dari kekasihnya. Memberikan ucapan selamat tinggal. Dan membungkuk
dalam-dalam.